-->
1. Ceritakanlah masa kecil Anda
Menceritakan kisah masa kecil Anda yang seru dan menarik akan mengesankan Anda adalah orang yang terbuka.
2. Ungkapkan Jika Anda Menikmati Hari Itu
“Nyenengin banget pergi sama kmu!” Hal ini akan membuat dia lega, bahwa Anda menikmati hari bersamanya dan dia bisa menjadi diri sendiri.
3. Hindari Mengatakan Hal Negatif
Jangan bilang Anda bosan. Hal ini akan menyakiti dan Anda terlihat kasar.
4. Tanyakan Pertanyaan yang Rentan
"Kamu dekat dengan kakak-adik kamu?" Hal ini akan membuat Anda bisa menggali lebih dalam tentang dia dan menemukan pasangan yang tepat.
5. Ide Seru
Jika Anda mempunyai saran untuk berkencan yang lebuh seru, Ungkapkan! Misal jika Anda ingin berbagi es krim dengan si dia, beli 1 cone saja. Spontan dan menyenangkan.
6. Tunjukkan Semangat dan Antusiasme
Tanyakan hal yang menarik dan jangan hal yang membosankan seperti “Kamu kerja dimana?”
7. Tidak Masalah Beda Pendapat
Hal ini akan menunjukkan kematangan Anda dalam berpikir dan kepercayaan diri. Namun jika kondisi memanas, stop. Katakan Anda menyukai kalian bisa saling jujur dan mengungkapkan pendapat sendiri.
Sumber: http://id.shvoong.com/lifestyle/dating/2073089-cara-bikin-dia-kepincut-di/#ixzz1RLEkF5wg
Tampilkan postingan dengan label Konseling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konseling. Tampilkan semua postingan
Rabu, 22 Mei 2013
Jumat, 08 Juli 2011
TIPS MENGHADAPI UJIAN SARJANA (SIDANG)
berikut ini beberapa tips-tips menghadapi ujian sidang :
1. mental "siap tempur" hendaknya dibina dan dimantapkan. bagi calon teruji, disamping membina kesehatan jasmani hingga tingkat sehat penuh, juga kesiapan mental sangat diperlukan. hilangkan rasa cemas, takut gagal, grogi, bingung, enggan, dan malas dan perasaan sejenisnya karena perasaan seperti itu akan menjadi penghambat dalam menempuh ujian. sebaliknya rasa mandiri, rasa aku lebih tahu, kejernihan berpikir, keberanian berkomunikasi, kepribadian yang mapan, serta penampilan yang meyakinkan perlu untuk dibina dan dikembangkan serta didemonstarasikan di depan peserta sidang ujian.
2. menguasai karangan ilmiah berarti menguasai scara menyeluruh dan bagian demi bagian bahkan tiap alinea dan semua istilah yang ditampilkan dalam karangan, dilandasi oleh penguasaan landasan teoretisnya masing-masing beserta contoh dan data yang mendukungnya.
3. perlu juga untuk diingat ada beberapa aspek yang perlu diingat dalam ujian sidang yakni :(a). penguasaan isi karangan (skripsi) anda , (b). logika berpikir yang anda bahasakan dalam skripsi anda , (c).bahasa yang anda gunakan haruslah tepat dan benar , (d). kemampuan anda berkomunikasi dalam menjawab dan memberikan penjelasan . Sedangkan penilaian isi skripsi anda biasanya meliputi Metodologi penelitian, perumusan masalah yang jelas, rinci serta spesifikasi, hasil penelitian dan kesimpulan, landasan teoritis permasalahan, pentingnya penelitian dan pemecahan terhadap masalah tersebut serta saran-saran anda.
4. Selalu pupuk rasa riang dan gembira dibanding terus bersikap kaku dan serius.
5. Bersikap sopan dan tertib di hadapan tim penguji akan menambah rasa hormat terhadap anda dan mungkin awal kemenangan anda dalam ujian sidang.
6. Perhatikan dan tanggapi pertanyaan penguji secara cermat, hati-hati dan jangan sampai keliru.
7. Jangan terpengaruh jika ada isu dosen "killer", dan jangan gentar duluan..Cukup persiapkan secara maksimal dan persiapkan menghadapi semua tipe dosen yang menjadi penguji anda.
8. Berpakaian lengkap, rapi dan menarik juga akan menimbulkan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi anda. Kendatipun aspek ini mungkin tidak masuk dalam kriteria penilaian dalam penentu kelulusan anda.
9. dan yang terakhir yang tidak kalah pentingnya, jaga kesehatan dengan cara istirahat yang cukup sebelum memasuki sidang ujian. Tenaga yang cukup dan optimal akan membahwa anda mampu berpikir lebih jernih, tenang dalam mempresentasikan skripsi anda, menyajikan data-data serta menjawab dan memberikan penjelasan jika menghadapi segala macam pertanyaan dosen penguji sidang anda.
dan akhirnya semoga lulus dengan nilai meyakinkan dalam ujian sidang anda.....!!!!
1. mental "siap tempur" hendaknya dibina dan dimantapkan. bagi calon teruji, disamping membina kesehatan jasmani hingga tingkat sehat penuh, juga kesiapan mental sangat diperlukan. hilangkan rasa cemas, takut gagal, grogi, bingung, enggan, dan malas dan perasaan sejenisnya karena perasaan seperti itu akan menjadi penghambat dalam menempuh ujian. sebaliknya rasa mandiri, rasa aku lebih tahu, kejernihan berpikir, keberanian berkomunikasi, kepribadian yang mapan, serta penampilan yang meyakinkan perlu untuk dibina dan dikembangkan serta didemonstarasikan di depan peserta sidang ujian.
2. menguasai karangan ilmiah berarti menguasai scara menyeluruh dan bagian demi bagian bahkan tiap alinea dan semua istilah yang ditampilkan dalam karangan, dilandasi oleh penguasaan landasan teoretisnya masing-masing beserta contoh dan data yang mendukungnya.
3. perlu juga untuk diingat ada beberapa aspek yang perlu diingat dalam ujian sidang yakni :(a). penguasaan isi karangan (skripsi) anda , (b). logika berpikir yang anda bahasakan dalam skripsi anda , (c).bahasa yang anda gunakan haruslah tepat dan benar , (d). kemampuan anda berkomunikasi dalam menjawab dan memberikan penjelasan . Sedangkan penilaian isi skripsi anda biasanya meliputi Metodologi penelitian, perumusan masalah yang jelas, rinci serta spesifikasi, hasil penelitian dan kesimpulan, landasan teoritis permasalahan, pentingnya penelitian dan pemecahan terhadap masalah tersebut serta saran-saran anda.
4. Selalu pupuk rasa riang dan gembira dibanding terus bersikap kaku dan serius.
5. Bersikap sopan dan tertib di hadapan tim penguji akan menambah rasa hormat terhadap anda dan mungkin awal kemenangan anda dalam ujian sidang.
6. Perhatikan dan tanggapi pertanyaan penguji secara cermat, hati-hati dan jangan sampai keliru.
7. Jangan terpengaruh jika ada isu dosen "killer", dan jangan gentar duluan..Cukup persiapkan secara maksimal dan persiapkan menghadapi semua tipe dosen yang menjadi penguji anda.
8. Berpakaian lengkap, rapi dan menarik juga akan menimbulkan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi anda. Kendatipun aspek ini mungkin tidak masuk dalam kriteria penilaian dalam penentu kelulusan anda.
9. dan yang terakhir yang tidak kalah pentingnya, jaga kesehatan dengan cara istirahat yang cukup sebelum memasuki sidang ujian. Tenaga yang cukup dan optimal akan membahwa anda mampu berpikir lebih jernih, tenang dalam mempresentasikan skripsi anda, menyajikan data-data serta menjawab dan memberikan penjelasan jika menghadapi segala macam pertanyaan dosen penguji sidang anda.
dan akhirnya semoga lulus dengan nilai meyakinkan dalam ujian sidang anda.....!!!!
Rabu, 06 Juli 2011
Cara Bikin Dia Kepincut di Kencan Pertama
1. Ceritakanlah masa kecil Anda
Menceritakan kisah masa kecil Anda yang seru dan menarik akan mengesankan Anda adalah orang yang terbuka.
2. Ungkapkan Jika Anda Menikmati Hari Itu
“Nyenengin banget pergi sama kmu!” Hal ini akan membuat dia lega, bahwa Anda menikmati hari bersamanya dan dia bisa menjadi diri sendiri.
3. Hindari Mengatakan Hal Negatif
Jangan bilang Anda bosan. Hal ini akan menyakiti dan Anda terlihat kasar.
4. Tanyakan Pertanyaan yang Rentan
"Kamu dekat dengan kakak-adik kamu?" Hal ini akan membuat Anda bisa menggali lebih dalam tentang dia dan menemukan pasangan yang tepat.
5. Ide Seru
Jika Anda mempunyai saran untuk berkencan yang lebuh seru, Ungkapkan! Misal jika Anda ingin berbagi es krim dengan si dia, beli 1 cone saja. Spontan dan menyenangkan.
6. Tunjukkan Semangat dan Antusiasme
Tanyakan hal yang menarik dan jangan hal yang membosankan seperti “Kamu kerja dimana?”
7. Tidak Masalah Beda Pendapat
Hal ini akan menunjukkan kematangan Anda dalam berpikir dan kepercayaan diri. Namun jika kondisi memanas, stop. Katakan Anda menyukai kalian bisa saling jujur dan mengungkapkan pendapat sendiri.
Sumber: http://id.shvoong.com/lifestyle/dating/2073089-cara-bikin-dia-kepincut-di/#ixzz1RLEkF5wg
Menceritakan kisah masa kecil Anda yang seru dan menarik akan mengesankan Anda adalah orang yang terbuka.
2. Ungkapkan Jika Anda Menikmati Hari Itu
“Nyenengin banget pergi sama kmu!” Hal ini akan membuat dia lega, bahwa Anda menikmati hari bersamanya dan dia bisa menjadi diri sendiri.
3. Hindari Mengatakan Hal Negatif
Jangan bilang Anda bosan. Hal ini akan menyakiti dan Anda terlihat kasar.
4. Tanyakan Pertanyaan yang Rentan
"Kamu dekat dengan kakak-adik kamu?" Hal ini akan membuat Anda bisa menggali lebih dalam tentang dia dan menemukan pasangan yang tepat.
5. Ide Seru
Jika Anda mempunyai saran untuk berkencan yang lebuh seru, Ungkapkan! Misal jika Anda ingin berbagi es krim dengan si dia, beli 1 cone saja. Spontan dan menyenangkan.
6. Tunjukkan Semangat dan Antusiasme
Tanyakan hal yang menarik dan jangan hal yang membosankan seperti “Kamu kerja dimana?”
7. Tidak Masalah Beda Pendapat
Hal ini akan menunjukkan kematangan Anda dalam berpikir dan kepercayaan diri. Namun jika kondisi memanas, stop. Katakan Anda menyukai kalian bisa saling jujur dan mengungkapkan pendapat sendiri.
Sumber: http://id.shvoong.com/lifestyle/dating/2073089-cara-bikin-dia-kepincut-di/#ixzz1RLEkF5wg
Cara mendisiplinkan anak
1. Tegas.
Jika anda melarang anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang logis dengan memberikan penjelasan dan bimbingan kepadanya. Alasan-alasan seperti, "Jangan duduk di depan pintu, pamali!", "Jangan main sampai waktu Maghrib, nanti diculik Kalongwewe!", rasanya sudah harus ditinggalkan. Beritahu alasan sebenarnya kenapa anak dilarang melakukan suatu hal dengan alasan yang masuk akal.
2. Jangan Plin Plan
Pada dasarnya si kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitupun jika anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Contohnya anda tidak setuju kalau si kecil lompat-lompatan di tempat tidur sementara pasangan anda malah membiarkannya. Ini akan membuat si kecil bingung. Akibatnya dia akan mengabaikan ketidaksetujuan anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.
3. Kompromi
Anak-anak tidak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya jika anak lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyebrang jalan, lain kali dia tak akan berbuat seperti itu lagi. Jika anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Katakan, "Berhentilah melempar-lempar mainanmu, nak!". Tapi jangan katakan, "Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!"
4. Beri Bimbingan
Jika anak mengobrak-abrik buku di lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, "Maukah kamu berhenti 'bermain' buku? Baca aja ya di kamarmu?"
Jika dia tidak memedulikan perkataan anda, anda bisa membimbingnya ke kamar dengan cara yang lembut namun tegas dan katakan padanya bahwa dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata anda.
5. Beri Peringatan
Jika anak tahu aturan yang telah anda buat, pada usia tertentu, anda hanya perlu bertanya kepadanya, ketika dia melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan kepada anda, karena ada sangsi yang harus diterimanya segera, setelah melakukan pelanggaran. Buat batasan peringatan sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk mengubah sikap setelah diberikan peringatan.
6. Beri Alasan
Jika anak bermain-main dengan benda tajam, anda tentu harus lebih berhati-hati memberikan peringatan kepadanya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan anda lakukan dan sebutkan alasannya. Contoh, "Bunda simpan pisaunya ya, sayang, nanti bisa melukai tanganmu!" atau, "Bunda minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa bikin kamu jatuh".
7. Jangan Tunda Hukuman
Jika anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai anda menunda memberikan hukuman kepadanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak boleh main game, atau membersihkan kamar mandi.
8. Tetap Tenang
Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat anda menjadi orang yang melakukan tindakan kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri anak anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa percaya diri di hadapan orangtuanya. Jadi, apapun yang terjadi, tetaplah tenang dan tegas.
9. Bertekuk Lutut
Merunduklah saat berbicara pada si kecil, terutama saat memberikan kritikan kepadanya. Tekuklah lutut anda atau ambil posisi duduk dihadapannya, agar pandangan mata anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, anda tidak perlu merasa khawatir akan kehilangan rasa hormat darinya. Justru sebaliknya, anak akan semakin menghormati dan menghargai anda sebagai orangtua.
10. Jangan Ceramah
Ajaklah si kecil ngobrol santai dan berdiskusi. Ini lebih baik daripada memberikannya ceramah yang panjang lebar. Hindari pernyataan-pernyataan seperti, "Sudah berkali-kali Bunda bilang...." atau, "Setiap saat kamu kok selalu.... ". Pernyataan-pernyataan tersebut memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan anda, apapun yang dia perbuat.
Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Apakah kamu suka jika temanmu mengganggumu terus di sekolah, kak ?" atau, "Kamu mau kalau gigimu sakit lagi ?". Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya (baca : pribadinya)
11. Tunjukkan Sikap Positif
Terlalu banyak waktu anda yang terbuang jika hanya memberikan kritik sikap buruk si kecil. Sesekali ucapkanlah pujian-pujian atas sikap positif yang sudah ditunjukkan olehnya. Misalnya, "Bunda senang lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula".
12. Jangan Menampar
Tamparan keras yang anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak dan juga anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita daripada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan inipun sekaligus bisa mengajarkan secara tidak langsung pada anak untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.
13. Hadapi Rengekan
Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula bahwa anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali , jika ia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.
14. Contoh Baik
Jika suatu kali anak anda pernah memergoki anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, anak akan meniru sikap baik tersebut. Begitupun jika anda ingin anak anda mau melakukan sesuatu, misalnya membaca buku, anda bisa langsung melakukannya tanpa harus menyuruh dan berteriak-teriak agar anak anda melakukan hal tersebut.
Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yakinkan diri anda bahwa anda bisa mengatasi semua masalah anak dengan cara-cara yang baik dan terus belajar untuk menjadi orangtua yang bisa menjadi contoh teladan bagi anak-anak.
Sumber: http://id.shvoong.com/how-to/family/2167344-bagaimana-cara-mendisiplinkan-anak/#ixzz1RLAt6Ald
Jika anda melarang anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang logis dengan memberikan penjelasan dan bimbingan kepadanya. Alasan-alasan seperti, "Jangan duduk di depan pintu, pamali!", "Jangan main sampai waktu Maghrib, nanti diculik Kalongwewe!", rasanya sudah harus ditinggalkan. Beritahu alasan sebenarnya kenapa anak dilarang melakukan suatu hal dengan alasan yang masuk akal.
2. Jangan Plin Plan
Pada dasarnya si kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitupun jika anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Contohnya anda tidak setuju kalau si kecil lompat-lompatan di tempat tidur sementara pasangan anda malah membiarkannya. Ini akan membuat si kecil bingung. Akibatnya dia akan mengabaikan ketidaksetujuan anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.
3. Kompromi
Anak-anak tidak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya jika anak lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyebrang jalan, lain kali dia tak akan berbuat seperti itu lagi. Jika anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Katakan, "Berhentilah melempar-lempar mainanmu, nak!". Tapi jangan katakan, "Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!"
4. Beri Bimbingan
Jika anak mengobrak-abrik buku di lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, "Maukah kamu berhenti 'bermain' buku? Baca aja ya di kamarmu?"
Jika dia tidak memedulikan perkataan anda, anda bisa membimbingnya ke kamar dengan cara yang lembut namun tegas dan katakan padanya bahwa dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata anda.
5. Beri Peringatan
Jika anak tahu aturan yang telah anda buat, pada usia tertentu, anda hanya perlu bertanya kepadanya, ketika dia melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan kepada anda, karena ada sangsi yang harus diterimanya segera, setelah melakukan pelanggaran. Buat batasan peringatan sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk mengubah sikap setelah diberikan peringatan.
6. Beri Alasan
Jika anak bermain-main dengan benda tajam, anda tentu harus lebih berhati-hati memberikan peringatan kepadanya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan anda lakukan dan sebutkan alasannya. Contoh, "Bunda simpan pisaunya ya, sayang, nanti bisa melukai tanganmu!" atau, "Bunda minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa bikin kamu jatuh".
7. Jangan Tunda Hukuman
Jika anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai anda menunda memberikan hukuman kepadanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak boleh main game, atau membersihkan kamar mandi.
8. Tetap Tenang
Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat anda menjadi orang yang melakukan tindakan kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri anak anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa percaya diri di hadapan orangtuanya. Jadi, apapun yang terjadi, tetaplah tenang dan tegas.
9. Bertekuk Lutut
Merunduklah saat berbicara pada si kecil, terutama saat memberikan kritikan kepadanya. Tekuklah lutut anda atau ambil posisi duduk dihadapannya, agar pandangan mata anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, anda tidak perlu merasa khawatir akan kehilangan rasa hormat darinya. Justru sebaliknya, anak akan semakin menghormati dan menghargai anda sebagai orangtua.
10. Jangan Ceramah
Ajaklah si kecil ngobrol santai dan berdiskusi. Ini lebih baik daripada memberikannya ceramah yang panjang lebar. Hindari pernyataan-pernyataan seperti, "Sudah berkali-kali Bunda bilang...." atau, "Setiap saat kamu kok selalu.... ". Pernyataan-pernyataan tersebut memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan anda, apapun yang dia perbuat.
Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Apakah kamu suka jika temanmu mengganggumu terus di sekolah, kak ?" atau, "Kamu mau kalau gigimu sakit lagi ?". Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya (baca : pribadinya)
11. Tunjukkan Sikap Positif
Terlalu banyak waktu anda yang terbuang jika hanya memberikan kritik sikap buruk si kecil. Sesekali ucapkanlah pujian-pujian atas sikap positif yang sudah ditunjukkan olehnya. Misalnya, "Bunda senang lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula".
12. Jangan Menampar
Tamparan keras yang anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak dan juga anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita daripada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan inipun sekaligus bisa mengajarkan secara tidak langsung pada anak untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.
13. Hadapi Rengekan
Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula bahwa anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali , jika ia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.
14. Contoh Baik
Jika suatu kali anak anda pernah memergoki anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, anak akan meniru sikap baik tersebut. Begitupun jika anda ingin anak anda mau melakukan sesuatu, misalnya membaca buku, anda bisa langsung melakukannya tanpa harus menyuruh dan berteriak-teriak agar anak anda melakukan hal tersebut.
Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yakinkan diri anda bahwa anda bisa mengatasi semua masalah anak dengan cara-cara yang baik dan terus belajar untuk menjadi orangtua yang bisa menjadi contoh teladan bagi anak-anak.
Sumber: http://id.shvoong.com/how-to/family/2167344-bagaimana-cara-mendisiplinkan-anak/#ixzz1RLAt6Ald
Langganan:
Postingan (Atom)



